Statistik

  • 000000
    Pengunjung hari ini :
    Total pengunjung :
    Hits hari ini :
    Total Hits :
    Pengunjung Online:
    54.80.58.121
    Browser Anda

SEKILAS TENTANG BKLDK

Tahun 1997-1999 sering jadi romantisme perjuangan aktivis mahasiswa 98. Slogan yg selalu terngiang populer diantara aktivis mahasiswa saat itu adalah 6 Visi Reformasi : 1. Berantas KKN dan Adili Soeharto 2. Amandemen konstitusi 3. Otonomi daerah seluas-luasnya 4. Cabut dwi fungsi TNI (ABRI) 5. Tegakkan supremasi hukum 6. Wujudkan budaya demokrasi yang wajar dan egaliter. 6 Visi Reformasi itu serasa menjadi dewa penyelamat Indonesia. Masih terpampang segar dalam ingatan saya, bbrp aktivis "populer" yg keras bicara soal ini diantaranya : Anas Urbaningrum (Ketum PP HMI), Fahri Hamzah (Ketum KAMMI) dan Rama Pratama (ketua SM UI) Waktu berselang akhirnya 6 visi reformasi bukanlah dewa penyelamat tetapi mimpi buruk di siang bolong bagi Indonesia. Korupsi semakin merajalela, bahkan "anak2 reformasi" yg awalnya berteriak keras anti korupsi malah menjadi pelaku korupsi. Otonomi akhirnya melahirkan raja-raja kecil. Demokrasi egaliter hanyalah utopia krn memang demokrasi tak akan pernah bisa membangun kesetaraan. Demokrasi hanya melahirkan perilaku korup yg sistemik. Waktu 98 mahasiswa yg menjadikan Islam Ideologi sbg mainstream perjuangannya memiliki power yg tak kalah dg aktivis "populer tadi". Ide2 ganti sistem ganti rezim keras diungkap dalam berbagai diskusi kemahasiswaan. Syariah-Khilafah sudah mjd ide yg santer dibincangkan sbg lawan dari 6 visi reformasi, walau media tak pernah meliputnya. Seminar Khilafah di kampus2 seluruh Indonesia penuh sesak dg antusisme mahasiswa. Kritik thp 6 visi reformasi digulirkan oleh mahasiswa islam ideologis. Dan kritik itu telah terbukti semua kebenarannya saat ini. Allahu Akbar. Saat saya menggawangi pendirian Gema Pembebasan dan bbrp kali menemani adik-adik dalam bbrp diskusi dg aktivis2 mahasiswa, muncullah kewajaran akan budaya korupsi yg berkembang kemudian hari. Banyak aktivis mahasiswa sudah mulai belajar korupsi, mark up proyek, terima hadiah dari pejabat sejak mereka aktif di prganisasi kemahasiswaan. Jadi wajarlah kalo ketika mereka jadi anggota DPR, pimpinan parpol budaya itu semakin berkembang dan semakin ahli. Tentunya didukung penuh oleh sistem demokrasi yg memang menumbuhsuburkan budaya itu. Dalam suatu pertemuan informal saya dg salah satu eksponen 98 yg masih ideal yaitu Haris Rusli Moti (mantan ketua PRD yg saat ini aktif di Petisi 28) terungkaplah fakta yg sama bahwa banyak aktivis 98 yg masuk sistem sudah menjadi korup semua. Jadi sama saja dg aktivis 66 yg akhirnya bergumul di bawah ketiak Suharto. Hilanglah idealisme itu. Saya sampaikan juga kepada Bang Haris Rusli Moti persoalannya adalah kebobrokan sistem dan yuk back to Islam and go to Syariah-Khilafah. Jadi sudahlah tak kan ada idealisme anak-anak muda dalam sistem demokrasi. Yang ada adalah kebusukan, yg membawa semua orang berperilaku sama yaitu korup. Bagi kamu altifis pemuda dan mahasiswa, bukti terpampang dg terang benderang bahwa "idealisme" angkatan 66 dan juga angkatan 98 hanyalah sebuah utopia bak mimpi di siang bolong. Namanya juga utopia akhirnya mimpi tinggal mimpi yg tersisa adalah kebusukan pribadi yg lahir dari kebusukan sistem demokrasi. Buat adik2 yg ada di HMI dan KAMMI, saya kasih saran tinggalkan demokrasi, buang jauh-jauh mimpi demokratisasi yg indah karena semua itu hanya utopia. Jangan sampai Anda menjadi korban berikutnya dalam kubangan kebusukan pribadi dan sistem.


Berita Terbaru

Pada : 11 Februari 2014 | Kategori : Umum

BNN memberikan apresiasi yang tinggi kepada Yayasan Puteri Indonesia (YPI),  karena dalam kurun satu dasawarsa terakhir, lembaga ini senantiasa mendukung BNN dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Demikian disampaikan oleh Dr. Victor Pudijadi, Direktur Advokasi BNN, usai memberikan materi bahaya Narkoba pada 38 finalis Puteri Indonesia, di Hotel Sahid, Minggu (27/1). “Sinergi BNN dengan Yayasan Puteri Indonesia sudah terjalin ... Selengkapnya
-
Pada : 11 Februari 2014 | Kategori : Umum

Mencuatnya kasus Narkoba dan artis yang sudah bergulir selama 3 hari terakhir, disikapi dengan berbagai reaksi. Ada pro dan kontra yang membalut isu ini. Di luar konteks pro dan kontra yang terus muncul, Deputi Bidang Pencegahan BNN mengajak sejumlah elemen masyarakat untuk berdiskusi tentang bagaimana mencegah Narkoba di masyarakat, dalam sebuah kegiatan Focus Group Discussion, Senin (28/1). Seperti diberitakan baru-baru ini, isu yang paling mencuat saat ini adalah kasus Narkoba yang menimpa ... Selengkapnya
-
Pada : 11 Februari 2014 | Kategori : Umum

Polres Jakarta Barat berhasil menggagalkan upaya pengiriman 7 kg sabu ke wilayah Surabaya dan Semarang. Dari hasil penyidikan polisi terhadap tersangka JK (44), pemodal sekaligus pemilik rumah yang dijadikan tempat memproduksi ekstasi, dia telah menjual 20 kilogram kepada tersangka F (42). Oleh F, barang haram tersebut akan dikirim ke Semarang dan Surabaya.Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Suntana mengatakan, F ditangkap di kamar kos di Jalan Keselamatan K6, Taman Sari, Jakarta Barat. F ... Selengkapnya
-
Pada : 11 Februari 2014 | Kategori : Umum

Polres Cilegon berhasil menangkap dua orang tersangka pengguna sekaligus pengedar narkoba jenis sabu di wilayah hukum Polres Cilegon. Dari kedua orang tersangka, kemudian polisi berhasil menangkap satu orang kurir narkoba yang mengantarkan sabu ke Kota Cilegon dari Lampung melalui Pelabuhan Merak."Menindaklanjuti laporan dari masyarakat, kami kemudian melakukan penangkapan terhadap dua orang tersangka pengguna sekaligus pengedar sabu di wilayah Cibeber di kontrakannya," ujar Kasat Narkoba ... Selengkapnya
-

Copyright © 2011